Teks

Pendidikan



 MEDIA PEMBELAJARAN
OLEH
ANI' ELVIAH

A.  PENDAHULUAN
      Ilmu dalam pandangan Islam adalah sebuah kata yang kharismatis. Ia mengandung segala kemaslahatan umat manusia. Bahkan dengan ilmu, manusia menjadi lebih utama dari malaikat, dan dengan ilmu pula manusia berhak menjadi khalifah Allah SWT. dimuka bumi.[1] Dan ilmu bisa ditransfer melalui pendidikan.
       Pendidikan merupakan suatu usaha yang sadar dan sistematis, yang dilakukan oleh orang-orang yang diserahi tanggungjawab untuk mempengaruhi peserta didik agar mempunyai sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan.[2] Dalam arti lain Pendidikan merupakan pendewasaan peserta didik agar dapat mengembangkan bakat, potensi dan ketrampilan yang dimiliki dalam menjalani kehidupan, oleh karena itu sudah seharusnya pendidikan didesain guna memberikan pemahaman serta meningkatkan belajar peserta didik.[3] Prestasi belajar siswa disekolah sering diindikasikan dengan permasalahan belajar dalam memahami materi.Indikasi ini dimungkinkan karena faktor belajar siswa kurang efektif, bahkan tidak merasa termotivasi dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Sehingga menyebabkan siswa kurang atau bahkan tidak memahami materi. Kecenderungan  pembelajaran yang kurang menarik ini merupakan hal yang wajar dialami oleh guru yang tidak memahami kebutuhan siswa baik dalam karakteristik, maupun dalam pengembangan ilmu. Dalam hal ini peran seorang guru sangat besar dalam melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien, bukan hanya pembelajaran berbasis konvensional.
       Seiring dengan kemajuan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) peranan media dalam pembelajaran tengah mendapat perhatian yang serius. Belajar dengan memanfaatkan media dapat mempermudah guru melakukan pembelajaran sehingga tujuan belajar yang berkaitan dengan terjadinya perubahan tingkah laku, baik yang terkait dengan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap dapat dicapai. Media merupakan sumber belajar non manusia yang didesain. Sehingga posisi Guru sebagai Pendidik dituntut untuk selalu inovatif dan kreatif dalam berbagai hal, termasuk dalam menyampaikan mata pelajaran agar mudah dicerna para peserta didik. Salah satunya adalah mendesain dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dan diminati oleh banyak siswa.
        Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang paling sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang secara khusus untuk mata pelajaran tertentu. Untuk itu dalam makalah ini akan dikaji mendalam tentang media pembelajaran (pengertian, fungsi, perangkat, klasifikasi, jenis – jenis media pembelajaran dan implikasi media pembelajaran  terhadap pengembangan Pendidikan Islam).
B.  PEMBAHASAN
1.    Pengertian Media Pembelajaran
         Media adalah kata jamak dari medium, yang artinya perantara.[4] perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.[5] Dalam pengertian ini perlu dicermati apakah media itu statis atau dinamis.
a.    Menurut AECT (Association of Education and Communication Tecnonology)  memberi batasan mengenai media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan atau informasi.
b.    Menurut NEA (National Education Assocation) menyatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Dan hendakanya dapat dimanupulasi, dilihat, didengar dan dibaca. 
c.    Gagne menyatakan bahwa, media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. 
d.   Briggs berpendapat, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar, misalnya buku, film bingkai, kaset dan lain-lain. 
          Dari pendapat-pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dipergunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali. [6]
2.    Fungsi Media Pembelajaran
Secara umum fungsi media dalam pembelajaran adalah untuk memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud membantu siswa belajar secara optimal, atau sebagai pembawa informasi dari sumber (Guru) menuju Penerima atau siswa .
                            Gambar 2. Fungsi media
Namun demikian, secara khusus fungsi media pembelajaran yaitu :
a.    Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas, sehingga mempermudah siswa dalam memahami pesan tersebut.
b.    Mengatasi keterbatasan ruang waktu dan daya indera.
c.    Menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. 
d.   Menimbulkan gairah belajar pada siswa.
e.    Memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan
f.     Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya.
g.    Mempersamakan pengalaman dan persepsi antar siswa dalam menerima pesan.[7]   
3.    Perangkat Media Pembelajaran
Yang termasuk perangkat media pembelajaran, yaitu :
a)    Material : sesuatu yang dapat dipakai untuk menyimpan pesan, yang akan disampaikan kepada audiens dengan menggunakan peralatan tertentu atau wujud bendanya sendiri. (contoh : transparasi untuk perangkat overhead, film, filmstrip, filmslide, gambar, grafik, dan bahan cetak dsb).
b)   Equipment (peralatan) : sesuatu yang dipakai untuk memindahkan atau menyampaikan sesuatu yang disimpan oleh material kepada audien. (contoh : proyektor filmslide, video tape recorder, papan tempel, papan flanel dsb).
c)    Hardware : peralatan yang digunakan  untuk menyampaikan pesan yang telah dituangkan ke dalam material untuk dikirim kepada audien. (contoh : proyektor overhead, proyektor film, video tape recorder, proyektor slide, proyektor filmstrip, dsb)
d)   Software : isi pesan yang disimpan dalam material (contoh: isi pesan yang disimpan dalam transparasi OHP, kaset audio, kaset video, filmslide dsb).[8]
4.    Klasifikasi Media Pembelajaran
      Dalam bukunya yang berjudul “Audio Visual  Method in Teaching”, Edgar Dale (1969) mengelompokan media pembelajaran berdasarkan jenjang pengalaman yang diiperoleh orang yang belajar. Jenjang pengalaman ini disusun dalam bagan yang disebut Dale’s Cone of Experiences. Jenjang pengalaman disusun secara urut menurut tingkat kekongkretan dan keabstrakkannya. Pengalaman yang paling kongkret diletakkan pada dasar kerucut dan semakin tinggi semakin abstrak. [9]

Abstrak
     Konkrit
Dari gambar diatas terlihat bahwa kerucut pengalaman tersebut terdiri dari 12 macam klasifikasi media pengajaran yang digunakan, yakni :
a.    Pengalaman langsung dan bertujuan, pengalaman ini diperoleh dengan berhubungan secara langsung dengan benda, kejadian, atau objek yang sebenarnya.
b.    Pengalaman tiruan, pengalaman ini diperoleh melalui benda-benda dan kejadian-kejadian tiruan yang sebenarnya.
c.    Pengalaman melalui dramatisasi, pengalaman ini diperoleh dalam bentuk drama dari berbagai gerakan atau bermain peranan (role playing).
d.   Demonstrasi yaitu pengalaman melalui percontohan atau pertunjukan mengenai sesuatu hal atau proses. Misalnya tata cara sholat, mengkafani jenazah dsb.
e.    Pengalaman melalui karya wisata, pengalaman semacam ini diperoleh dengan mengajak kelas ke objek keluar kelas dengan maksud memperkaya dan memperluas pengalaman siswa.
f.     Pengalaman melalui pameran (study display), pengalaman tersebut diperoleh melalui pertunjukan hasil hasil pekerjaan siswa, perkembangan dan kemajuan sekolah.
g.    Pengalaman melalui televisi, pengalaman ini diperoleh melalui program pendidikan yang ditayangkan lewat TV.
h.    Pengalaman melalui gambar hidup atau Film, gambar hidup merupakan gambar-gambar yang diproyeksikan kelayar dengan kecepatan tertentu.
i.      Pengalaman melalui radio, pengalaman disini diperoleh melalui siaran radio dalam bentuk ceramah, wawancara, sandiwara dsb.
j.  Pengalaman melalui gambar, pengalaman disini diperoleh dari segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan pikiran dan perasaan.
k.    Pengalaman melalui lambang visual (simbol), seperti sketsa, bagan, grafik, poster, kartun dsb.
l.  Pengalaman melalui lambang kata, pengalaman semacam ini diperoleh dalam buku dan bahan bacaan.[10]
5.    Jenis-jenis Media Pembelajaran
a.      Media Grafis
          Media grafis adalah suatu jenis media yang menuangkan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk simbol-simbol komunikasi verbal. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.[11]
Media grafis selain sederhana dan mudah pembuatannya, media grafis juga termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Adapun jenis-jenis media grafis, antara lain:
1)        Gambar/Foto: merupakan bahasa yang umum yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana. Dalam penggunaan media pembelajaran ini, gambarnya harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.
2)        Sketsa : adalah gambar yang sederhana, atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail.
3)        Diagram :adalah suatu gambar sederhana yang dirancang untuk menggambarkan hubungan timbal balik, yang menggunakan garis-garis dan simbol-simbol. Diagram biasanya menggambarkan struktur dari obyeknya secara garis besar, menunjukkan hubungan yang ada antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada di situ.
4)        Bagan : seperti halnya media grafis yang lain yaitu termasuk media visual. Fungsinya yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis atau lisan secara visual.
5)        Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, grafis atau gambar. Fungsinya adalah untuk menggambarkan data secara kuantitatif dan teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.
6)        Kartun : suatu gambar interpretatife yang digunakan simbol-simbol untuk menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang situasi, atau kejadian-kejadian tertentu.
7)        Poster tidak hanya penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu, tetapi juga poster mampu untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah laku orang yang melihatnya
8)        Peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi.
9)        Papan flanel adalah media grafis yang efektif untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis.
10)    Papan buletin tidak dilapisi flanel, tetapi langsung ditempel gambar atau tulisan
b.      Media Visual Dua Dimensi
      Media visual dua dimensi merupakan media yang bersifat elektronik yang diproyeksikan dan terdiri dari dari hardware dan software. Penggunaan media ini memerlukan aliran listrik untuk dapat menggerakkan pemakaiannya. Contohnya :
1)   Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media transparansi, yaitu: Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu dan membuat sendiri secara manual.
2)   Film bingkai / slide adalah film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
3)   Film Strip disebut juga film slide, stripfilm dan still film yang arti dan  fungsinya sama.Film itu biasanya berisi 50 sampai dengan 75 buah gambar.[12]
c.       Media Audio
        Media audio berbeda dengan media grafis, media audio berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif, baik verbal maupun nonverbal. Contoh, radio, Alat Perekam Pita Magnetic (tape recorder), Laboratorium Bahasa.
d.      Media Audio Visual
Media ini mampu menayangkan gambar-gambar diam, bergerak dan bersuara baik melalui proyektor maupun melalui pesawat telivisi.[13] Teknologi audio-visual cara menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio-visual penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras selama proses pembelajaran, seperti mesin proyektor film, tape recorder, proyektor visual yang lebar. Contohnya:
- Media video : merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD. 
-  Media komputer , media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.

C.  IMPLIKASI MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP      PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM.

         Media pembelajaran (media grafis, visual, audio dan audio-visual) sangat penting untuk peningkatan kualitas pembelajaran serta mutu lembaga Pendidikan Islam. Kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau juga keefektifan.[14] Secara definitive efektifitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya. Efektifitas ini sesungguhnya merupakan suatu konsep yang lebih luas mencakup berbagai faktor didalam maupun diluar diri seseorang.
   Media dan bahan ajar selalu menjadi penyebab ketidakberhasilan sebuah proses pembelajaran di sekolah. Media pada hakikatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Oleh sebab itu, pemilihan media merupakan hal penting yang harus diketahui guru. Pemilihan media yang tidak tepat dapat berakibat pada kegagalan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Secara umum, kriteria yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, sasaran didik, karakteristik media, waktu, biaya, ketersediaan, konteks penggunaan, dan mutu teknis. [15] Apabila guru tidak menggunakan media tambahan, maka guru itu sendiri sebagai media dan guru akan sangat efektif jika menyampaikan materi yang berjenis sikap atau afektif. Untuk menganjurkan siswa berbuat baik misalnya, maka pembelajaran apapun akan kalah efektif jika dibandingkan dengan pembelajaran melalui teladan yang dilakukan guru. Media juga mampu menghantarkan seorang guru pada pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu : mengajar secara kreatif dan mengajar untuk kreativitas.[16] Mengajar secara kreatif menggambarkan bagaimana guru dapat menggunakan pendekatan-pendekatan yang imajinatif sehingga kegiatan pembelajaran bisa semakin lebih menarik, membangkitkan gairah dan efektif. Sedangkan mengajar untuk kreatifitas berkaitan dengan penggunaan bentuk-bentuk pembelajaran yang ditujukan untuk mengembangkan para siswa agar memiliki kemampuan berfikir dan berperilaku kreatif.
            Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan, perubahan-perubahan sikap dan perilaku dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Menurut Bruner ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu (1) pengalaman langsung (enactive), pengalaman piktoral/gambar (iconic), dan pengalaman abstrak (symbolic). Pengalaman langsung adalah mengerjakan, misalnya, arti kata ‘simpul’ dipahami dengan langsung membuat ‘simpul’. Pada tingkatan kedua yang diberi label iconic (gambar atau imaji), kata ‘simpul’ dipelajari dari gambar, lukisan, foto, atau film. Meskipun siswa belum pernah mengikat tali untuk membuat ‘simpul’, mereka dapat mempelajari dan memahaminya dari gambar, lukisan, foto, atau film. Pada tingkatan simbol siswa membaca (atau mendengar) kata ‘simpul’ dan mencoba mencocokkannya dengan ‘simpul’ pada imaji mental atau mencocokkannya dengan pengalamannya membuat ‘simpul’.[17] Belajar mengajar yang menyenangkan dapat membentuk watak kreatif dan produktif pada diri anak untuk mencari solusi dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan. Sehingga peranan guru sangat diharapkan untuk menciptakan belajar siswa menjadi produktif dan kreatif. Dan media yang dirancang oleh guru dapat dimanfaatkan oleh siswa dengan sebaik-baiknya. Penggunaan media pembelajaran baik media grafis, visual, audio, dan audio-visual dapat memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu verbalistik, juga dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, misalnya:
a.       Objek terlalu besar, bisa digantikan dengan model, gambar, video dsb.
b.      Objek yang terlalu kecil dapat dibantu dengan projector mikro, film slide atau video
c.       Kejadian atau peristiwa masa lalu dapat ditampilkan lagi melalui rekaman film, video, filmslide,foto ataupun secara verbal.
d.      Objek yang terlalu komplek, misalnya mesin-mesin dapat disajikan dengan diagram.
e.       Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dan lain-lain ) dapat divisualkan dengan film, video, slide, gambar).
Guru terbagi dalam tiga rasa dasar yaitu : super, excellent dan good.[18] Guru yang super membutuhkan dukungan fisik dan mental yang sangat besar. Sedangkan guru yang excellent menikmati pekerjaan mereka, tetapi membatasi jumlah waktu dan energi yang mereka baktikan untuk mengajar. Guru yang good mengerjakan pekerjaan mereka dengan baik, dan memahami batasan mereka sendiri. Guru yang baik juga mampu melaksanakan inspiring teaching, yaitu guru yang melalui kegiatan pembelajaran mampu mengilhami murid-muridnya. Melalui kegiatan mengajar yang memberikan ilham ini guru yang baik menghidupkan gagasan-gagasan besar, keinginan yang besar pada murid-muridnya. Kita ketahui semua bahwa kemampuan seperti ini tidak dating dengan sendirinya. Kemampuan ini harus dikembangkan, harus ditumbuhkan sedikit demi sedikit. Untuk itu guru harus menyisihkan waktu untuk mencerna pengalan sehari-harin dan memperluas pengetahuannya secara terus menerus, termasuk dalam hal pemilihan media pembelajaran.
Media pembelajaran akan mempertajam tiga rasa dasar itu ada pada diri guru, sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, efektif, inovatif , menyenangkan, bergembira dan berbobot, lebih mempermudah dan mempercepat mencapai tujuan pembelajaran serta guru akan benar-benar menjadi tenaga yang Profesional. Tenaga yang professional atau tenaga “system development” (pengembang sistem) yaitu tenaga yang memiliki potensi tidak saja dapat menyempurnakan, akan tetapi dapat mencari alternative dalam pemecahan masalah, juga memiliki isi yang lebih kuat dan tajam perspektifnya, sehingga mampu melihat peranan, tantangan serta kemungkinan-kemungkinan yang akan dihadapi oleh system.[19]

D.  KESIMPULAN
          Media Pembelajaran adalah Alat atau perangkat yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. Fungsi media dalam pembelajaran yaitu untuk memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud membantu siswa belajar secara optimal, atau sebagai pembawa informasi dari sumber (Guru) menuju Penerima atau siswa. Perangkat media pembelajaran yaitu material, equipment, hardware dan software.Klasifikasi media pembelajaran menurut Edgar Dale dikelompokkan berdasarkan jenjang pengalaman yang diiperoleh orang yang belajar. Jenjang pengalaman ini disusun dalam bagan yang disebut Dale’s Cone of Experiences. Jenjang pengalaman disusun secara urut menurut tingkat kekongkretan dan keabstrakkannya. Jenis-jenis media pembelajaran terdiri dari media grafis, media visual, media audio dan media audio visual.
             Media pembelajaran (media grafis, visual, audio dan audio-visual)  sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu Pendidikan Islam. Media sangat bermanfaat dalam pembelajaran yaitu memperlancar interaksi guru dan siswa, dengan maksud membantu siswa belajar secara optimal, pembelajaran menjadi lebih aktif, kreatif, efektif, inovatif , menyenangkan, bergembira dan berbobot, lebih mempermudah dan mempercepat mencapai tujuan pembelajaran serta menjadi Guru Profesional.

























DAFTAR RUJUKAN
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo  Persada, 2002)

Asnawir, M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Press, 2002)

Bruner, J.S. Towards a Theory of Instruction, (Cambridge: Harverd University, 1966)

Daryanto, Media Pembelajaran, Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai
             Tujuan Pembelajaran, (Yogyakarta :Gava Media, 2010)

Fatah Jalal, Abdul, Azas-azas Pendidikan Islam, (Bandung : CV. Diponegoro, 1988)
Hamalik, Oemar, Media Pendidikan. ( Bandung : Pernerbit Alumni, 1980)

Hamalik, Oemar, Media Pendidikan, (Bandung: Penerbit Alumni, 1985)

Indrakusuma, Amir Daien, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya : Usaha Nasional, 1973)

Koswara, Deni, Bagaimana menjadi Guru kreatif, (Bandung :PT.Pribumi Mekar, 2008)
Koswara, Deni, Halimah, Seluk Beluk Profesi Guru, (Bandung : PT Pribumi Mekar, 2008)

Louanne Johnson, Pengajaran yang kreatif dan menarik, penterjemah Dani Daryani, (Jakarta: PT Indeks, 2009)

Ngalim Purwato,M., Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis,  (Bandung :Remaja Karya, 1990)

Piran Wiroatmojo, Sasonoharjo , Media Pembelajaran,( Jakarta : LAN RI, 2002)

Rahadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, 2003)

Sadiman, Rahardjo, Haryono, Rahardjito, Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya,( Bandung : CV. Rajawali, 1990)

Sadiman, Arief S. dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya,  (Jakarta : Seri Pustaka Teknologi, 1986)

Sulaiman,  Amir Hamzah, Media Audio-Visual untuk Pengajaran, Penerangan dan Penyuluhan, (Jakarta : PT Gramedia, 1981)


 [1] Abdul Fatah Jalal, Azas-azas Pendidikan Islam, (Bandung : CV. Diponegoro, 1988), 25
 [2] Amir Daien Indrakusuma, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Surabaya : Usaha Nasional, 1973), 27
 [3] M. Ngalim Purwato, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis,  (Bandung :Remaja Karya, 1990), 10
    [4]Daryanto, Media Pembelajaran, Peranannya Sangat Penting Dalam Mencapai Tujuan Pembelajaran, (Yogyakarta :Gava Media, 2010), 4
     [5] Sadiman, Rahardjo, Haryono, Rahardjito, Media Pendidikan : Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya,( Bandung : CV. Rajawali, 1990), 6.
    [6] Asnawir, M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Press, 2002),11-16
      [7] Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo  Persada, 2002), 12
    [8] Daryanto, Media Pembelajaran.....16
   [9] Arief S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya,  (Jakarta : Seri Pustaka Teknologi, 1986), 47
     [10] Asnawir, M. Basyiruddin Usman, Media...23-24
     [11] Oemar Hamalik. Media Pendidikan. ( Bandung : Alumni, 1980), 23
    [12] Oemar Hamalik, Media Pendidikan, (Bandung: Penerbit Alumni, 1985), 90
    [13] Amir Hamzah Sulaiman, Media Audio-Visual untuk Pengajaran, Penerangan dan Penyuluhan, (Jakarta : PT Gramedia, 1981), 34.
     [14] Daryanto, Media Pembelajaran.....57
     [15] Rahadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, 2003),39
     [16] Deni Koswara, Bagaimana menjadi Guru kreatif, (Bandung :PT.Pribumi Mekar, 2008), 72
       [17] Bruner, J.S. Towards a Theory of Instruction, (Cambridge: Harverd University, 1966),  10-11
      [18] Louanne Johnson, Pengajaran yang kreatif dan menarik, penterjemahDani Daryani, (Jakarta: PT Indeks, 2009), 5-8
       [19] Deni Koswara, Halimah, Seluk Beluk Profesi Guru, (Bandung : PT Pribumi Mekar, 2008), 70.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar